Video Kekerasan di Bali
- February 7th, 2012
- Write comment
Video Kekerasan di Bali – Setelah beberapa waktu lalu sempat beredar di internet, video kekerasan perkelahian siswi SMP Gorontalo di Sulawesi, video kekerasan siswi di Timika, Papua, dan lainnya di Internet, kali ini muncul lagi video kekerasan yang di duga dilakukan Anak Baru Gede (ABG) di Bali.
Video berdurasi 5 menit 37 detik yang diberi judul Video Kekerasan ABG Bali itu menampilkan prilaku buruk remaja putri yang menganiaya seorang ABG seusianya. Video itu menyebar luas dari BlackBerry Messenger (BBM). Bahkan, video tak senonoh itu juga telah diunggah di Youtube dan 4shared.
Dalam video tersebut, ada sekitar tujuh orang remaja putri ABG mengeroyok satu orang remaja putri. Entah apa penyebabnya, tapi, seorang ABG putri itu terlihat diinterogasi oleh keempat ABG lainnya.
Dari petikan pembicaraan yang terekam dengan bahasa Indonesia bercampur Bali itu, terdengar seorang dari mereka menagih uang sebesar Rp200 ribu kepada korban.
Dari situ, adegan penganiayaan pun terjadi. Satu orang dari tujuh remaja putri ABG itu memukul korban. Tiga kali korban terkena bogem mentah remaja berbaju hijau dan kuning.
Sementara rekannya memerhatikan dan sesekali ikut memukul korban sambil mengeluarkan kata-kata kasar.
Dalam video berjudul itu, korban yang mengenakan baju berwarna ungu itu tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menangis tak berdaya. Hanya bisa pasrah terhadap apa yang dialaminya.
Sementara, Kepolisian daerah Bali masih menyelidiki Video Kekerasan di Bali oleh geng remaja putri yang kini heboh beredar di berbagai media elektronik dan jejaring sosial.
Kepala Polresta Denpasar Kombes Pol I Wayan Sunartha, Selasa mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan terlebih dahulu lokasi kejadiannya.
“Apakah kejadian ini benar atau tidak, kami sedang menunggu adanya laporan dari pihak yang mungkin dirugikan dari video tersebut,” katanya.
Ia berharap agar masyarakat tidak terpengaruh dengan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut agar tidak memperbesar permasalahan.
“Meski belum ada laporan dari pihak yang dirugikan, diminta atau tidak diminta kami harus mengantisipasi, dan semua fungsi di kepolisian turun ke lapangan,” ujarnya.












